PEMBUATAN SEKAT BAKAT

 


Sekat bakar adalah jalur yang dibersihkan atau dikelola dari bahan bakaran sehingga api sulit merambat melewati jalur tersebut. Sekat bakar dapat berupa bentang alam yang sudah tersedia, seperti sungai atau rawa, maupun jalur buatan manusia, seperti jalur hijau, jalur kuning, jalan pengelolaan, parit, atau kanal.

Fungsi utama sekat bakar:

·       Memutus atau memperlambat rambatan api dari satu areal ke areal lain.

·       Melindungi permukiman, kebun masyarakat, fasilitas umum, dan kawasan hutan bernilai penting.

·       Menjadi akses atau garis kerja bagi regu pemadaman saat terjadi kebakaran.

·       Memudahkan patroli, pemantauan, dan perawatan kawasan rawan kebakaran.

    Jenis Sekat Bakar

Jenis

Contoh

Catatan Penyuluhan

Sekat bakar alami

Bentang alam yang dapat menghambat rambatan api, misalnya sungai, danau, rawa, atau jurang.

Tidak perlu dibuat dari awal, tetapi perlu dipetakan dan dijadikan batas patroli.

Sekat bakar buatan

Jalur yang dibuat atau dikelola manusia, misalnya jalur hijau, jalan pengelolaan, batas blok tanaman, parit, atau kanal.

Perlu perencanaan, pembersihan bahan bakar, pemeliharaan, dan pelaporan berkala.

Ilustrasi fungsi sekat bakar untuk mengurangi kesinambungan bahan bakar

Prinsip Penentuan Lokasi Prioritas

Lokasi sekat bakar perlu dipilih secara partisipatif bersama MPA, perangkat desa, pemilik lahan, dan pihak terkait. Tujuannya agar jalur yang dibuat benar-benar berada pada titik rawan dan dapat dipelihara bersama.

1.     Mulai dari peta sederhana desa: tandai permukiman, kebun, jalan, sungai, kanal, sumber air, dan batas kawasan hutan.

2.     Tandai lokasi yang pernah terbakar, sering muncul asap, banyak serasah kering, atau menjadi jalur aktivitas masyarakat.

3.     Prioritaskan lokasi yang dekat dengan permukiman, lahan masyarakat, fasilitas umum, atau aset yang harus dilindungi.

4.     Perhatikan topografi, arah angin dominan, kerapatan vegetasi, akses alat, dan akses keluar masuk regu.

5.     Hubungkan sekat bakar buatan dengan penghalang alami atau buatan yang sudah ada, seperti jalan, sungai, kanal, parit, atau jalur patroli.

Alat, Bahan, dan Keselamatan Kerja

Kelompok

Contoh

Alat potong

Parang, sabit, gunting pangkas, gergaji tangan, atau gergaji mesin bila tersedia dan operator terlatih.

Alat pembersih

Garu, cangkul, sekop, karung, dan alat angkut serasah/ranting.

Alat ukur dan tanda

Pita ukur, tali, patok, cat/pita tanda, peta sederhana, GPS/telepon genggam bila tersedia.

APD

Sepatu lapangan, sarung tangan, helm/topi, masker, kacamata, pakaian lengan panjang, air minum, dan kotak P3K.

Komunikasi

Telepon genggam/HT, daftar kontak cepat, serta titik kumpul dan jalur evakuasi.

Keselamatan kerja menjadi pesan penting penyuluhan. Pembuatan sekat bakar tidak dilakukan sendirian, tidak dilakukan saat cuaca ekstrem atau angin kencang, dan tidak boleh menggunakan api tanpa arahan teknis serta pengawasan pihak berwenang.

Tahapan Pembuatan Sekat Bakar

No.

Tahap

Uraian Kegiatan

1

Survei lokasi

Meninjau titik rawan, vegetasi kering, akses air, akses alat, arah angin, dan batas kepemilikan lahan.

2

Menentukan panjang dan lebar jalur

Panjang mengikuti sisi rawan; lebar menyesuaikan vegetasi dan topografi. Acuan Protap PHKA: 1 sampai 4 meter.

3

Memasang patok/tanda jalur

Menandai batas kiri-kanan jalur agar regu bekerja rapi dan tidak melewati batas yang disepakati.

4

Membersihkan bahan bakar

Memotong rumput/semak dan membersihkan serasah, ranting, kayu mati, serta bahan mudah terbakar lainnya.

5

Membuka tanah mineral bila diperlukan

Pada jalur tertentu, serasah dibersihkan sampai permukaan tanah agar rambatan api permukaan terhambat.

6

Menghubungkan jalur

Menghubungkan sekat bakar dengan jalan, sungai, parit, kanal, jalur patroli, atau sekat bakar lain.

7

Membersihkan sisa pekerjaan

Sisa bahan bakar tidak ditinggalkan menumpuk di tepi jalur. Sisa dapat diangkut, dicacah, atau dikelola sesuai arahan teknis setempat.

8

Pengecekan hasil

Memastikan lebar cukup, jalur tersambung, tidak ada bahan bakar mudah menyala, dan akses regu aman.

9

Dokumentasi

Mencatat lokasi, panjang, lebar, nama regu, kendala, foto sebelum-sesudah, serta kebutuhan tindak lanjut.

10

Pemeliharaan berkala

Membersihkan kembali rumput/serasah terutama menjelang dan selama musim kemarau.

Standar Teknis Lapangan yang Mudah Diingat

·       Lebar jalur mengikuti kondisi lapangan. Acuan Protap PHKA untuk sekat bakar adalah 1–4 meter, tetapi perlu evaluasi tambahan pada vegetasi rapat, lereng, dan area berangin.

·       Jalur harus bersih dari bahan bakar mudah terbakar, terutama serasah kering, ranting mati, rumput kering, dan semak kering.

·       Jalur sekat bakar sebaiknya tersambung dengan penghalang lain agar tidak terputus di tengah hamparan bahan bakar.

·       Sekat bakar tidak efektif bila tidak dipelihara. Pemeriksaan dilakukan terutama menjelang musim kemarau, saat kemarau, dan setelah angin/hujan menyebabkan banyak ranting jatuh.

·       Tidak semua lokasi cocok dibuat sekat bakar dengan cara yang sama. Pertimbangkan dampak erosi, tanaman produktif masyarakat, aliran air, dan kesepakatan pemilik lahan.

Lampiran video singkat tentang pentingnya sekat bakar :

https://www.instagram.com/p/DY9xOgPvNPfdg7Q1FCiRFQpJmfWjevBsxyduSk0/







0 Response to "PEMBUATAN SEKAT BAKAT "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel